Sabtu, 05 September 2009

New Paid to Review Site : Link From Blog

I've just joined the LinkFromBlog. It is a site paid to review. Maybe there are so many paid to review sites, but LinkFromBlog offers something different.

How to register to LinkFromBlog fairly easy. Just simply fill out the form provided. Then there will be a notification email to activate your account that we submitted.

Well, until here is nothing special. But the next step was special. Why? Because when we register the blog, we will be asked to write a brief review of LinkFormBlog. What's so special? There is pay! The pay varies. Between 1-5 dollars. Depending on our blog list. Come on, waiting for? Immediately register your blog and earn bonus dollars!

That's just from the bloggers. From the advertiser side, of course there are many benefits when joining the LinkFormBlog. One of them create buzz. Interesting is not it?
Advertise with my Blog

Selasa, 04 Agustus 2009

Tangan

TANGAN

seharusnya tangan bukan hanya tangan tapi tangan yang memang tangan tak cuma tangan tapi tangan yang tangan pasti tangan tepat tangan yang dapat lambai yang sampai salam

seharusnya tangan bukan segumpal jari menulis sia se kedar duri menulis luka mengusap mata namun gerimis tak juga reda

walau lengkap tangan buntung walau hampir tangan bun tung walau satu tangan buntung walau setengah tangan buntung yang copot tangan buntung yang lepas tangan buntung yang buntung tangan buntung

segala buntung segala tak tangan hanya jam yang lengkap tangan menunjuk entah kemana

1976

Sutardji Calzoum Bachri, O AMUK KAPAK ,1981 1

Selasa, 21 Juli 2009

Sajak sebutir tanah merah

sebutir tanah merah masih sedikit tersisa di baju dan kerudung hitammu. Padahal dua minggu lalu baru saja kau cuci di tepian kali; meski memang sedikit kotor.Tadi pagi sepiring nasi dari tetangga yang baik hati; tak penuh memang; hanya kau pandangi penuh heran. Sepanjang hari yang kau makan hanya lamunan.

Si sulung meringis. Mau menangis bersama gerimis yang turun sejak kemarin sore. Tapi matanya sudah terlalu sembab. Terlalu banyak sebab.

Kau tengadah. Mungkin memohon anugerah. Sejak tengah malam hingga celoteh daun pisang mengusik minta ditebang. Kau memang ayu meski matamu tak lagi peduli waktu. Maafkan aku wahai cintaku

Kemarin sore sehabis maghrib, si bungsu menangis. Dia lapar. Begitu kami mengartikannya. Lalu diam. Begitu hening. Mungkin tertidur begitu lelap

“Tinggal kita berdua yang masih terjaga sayang”
begitu katamu malam itu

“ya, Dan seekor kucing dengan kepala ikan asin terpojok di dinding”
kataku

Senin, 13 Juli 2009

Silhuet di balik batu


Disana sini ku selipkan sepi

Pada batu, pada buih, pada desau

Debudebu

Hari yang paling jelaga!!

Langit menggayut mesra lenganlengan

Tanpa cela

Pun titik hitam di kening

Isyaratkan sebuah andai

Membadai

Atau masih sajakah kita

Tertawakan; luka: ha...ha…*

Disela Lalu

“Dimana ibuku?”

candamu,

entah ku harus ragu

atau kubiarkan pilu berkubang

di dadamu

begitu mungkin sapa waktu

yang mulai terlalu rindu

pada batubatu

“tapi dimana ibu?”

sebuah kata, tanya pada jasad

makin kaku

Ahasveros II

kita bisa saja bermain ruang
sudutsudut kubisme
jika hidup adalah mimpi

atau kita putari waktu
lingkaran tahuntahun
reruntuhan airmata
tanpa
rasa pun makna

mungkin juga seperti
aku
: pengembara tanpa peta
tanpa
jiwa
tapi bukan tanpa
apaapa

Tentang cahaya

Tentang cahaya
Aku tak tahu apaapa
Aku tak ingat
Sejak kapan saat jadi samar
Mungkin sekedar
Serpihan diam
Dalam kamar yang kian hambar
Sial
Lagilagi aku hilang ingatan
Siapakau siapaaku
AhahahA
Mana cahaya
Aku masih belum buta

Minggu, 12 Juli 2009

Bungabunga airmata

Bebungaan tak selalu wangi
Sebab luka tak harus airmata
Mungkin warna dan aroma senja
adalah
Campuran bunga dan airmata
Mungkin juga
wangi mesiu
dan sedikit pilu
yang (masih) mampir di dada
masingmasing
komandan perang

“indah bukan?”