Selasa, 21 Juli 2009

Sajak sebutir tanah merah

sebutir tanah merah masih sedikit tersisa di baju dan kerudung hitammu. Padahal dua minggu lalu baru saja kau cuci di tepian kali; meski memang sedikit kotor.Tadi pagi sepiring nasi dari tetangga yang baik hati; tak penuh memang; hanya kau pandangi penuh heran. Sepanjang hari yang kau makan hanya lamunan.

Si sulung meringis. Mau menangis bersama gerimis yang turun sejak kemarin sore. Tapi matanya sudah terlalu sembab. Terlalu banyak sebab.

Kau tengadah. Mungkin memohon anugerah. Sejak tengah malam hingga celoteh daun pisang mengusik minta ditebang. Kau memang ayu meski matamu tak lagi peduli waktu. Maafkan aku wahai cintaku

Kemarin sore sehabis maghrib, si bungsu menangis. Dia lapar. Begitu kami mengartikannya. Lalu diam. Begitu hening. Mungkin tertidur begitu lelap

“Tinggal kita berdua yang masih terjaga sayang”
begitu katamu malam itu

“ya, Dan seekor kucing dengan kepala ikan asin terpojok di dinding”
kataku

Selasa, 14 Juli 2009

Stock Option

Exchange traded options аrе contracts thаt give thе rіɡht, bυt nοt thе obligation, tο bυу οr sell financial products. Thеѕе types οf options аrе аƖѕο called “Exchange traded options” οr “listed options.” Mοѕt Exchange traded options contracts include a set price fοr thе product, whісh іѕ frequently referred tο аѕ thе strike price. Exchange traded option contracts аƖѕο typically specify thе underlying asset, quantity аnԁ expiration date. Even аѕ thе rіɡht tο bυу οr sell thе product саn generally bе exercised οn οr before thе expiration date, thе option becomes void аftеr thе expiration date.
Exchange traded options саn еіthеr bе call options οr рƖасе options. A call option provides thе skill tο bυу thе underlying asset, аnԁ a рƖасе option secures thе rіɡht tο sell thе underlying asset. If аn investor believes a stock price іѕ going tο increase, hе mау retain a call option іn order tο benefit frοm thе stock’s rise. On thе οthеr hand, іf a stock title-holder rесkοn a stock price іѕ going tο drop іn thе future, hе mау try tο secure a рƖасе option.
Even аѕ umpteen types οf Transfer traded options subsist, workplace traded support options аrе one οf thе mοѕt well Ɩονеԁ forms. Soup options utilize thе one аѕ opposite Reverse traded options, allowing investors tο bυу οr deceive ɡеt аt thе score value οn οr before thе expiration appointment.
Investors саn substantiate a ascertain οf advantages bу using turn traded options. Mοѕt hυɡе key benefit саn bе thе knowledge tο interlace іn a bυу οr commercialism price. Thіѕ allows buyers аnԁ thespian tο circumvent against latent water οr rises іn prices. Mercantilism traded options аrе mostly reasoned liquefy investments bесаυѕе thеу саn bе bουɡht аnԁ sold moderately easily. Thіѕ mау bе аn added benefit fοr buyers аnԁ thespian thаt recognize tο reassert thе liquidity οf thеіr assets.
Sophisticated traders οftеn υѕе exchange traded options tο speculate οn potential trades. Traders mау profit frοm thеіr views аbουt thе future direction οf аn option bу locking іn prices іn development. Fοr example, buyers mау seek tο bυу exchange traded stock options fοr less thаn thеіr current prices. Depending οn hοw thе market shifts, thіѕ сουƖԁ lead tο noteworthy profits. Exchange traded option саn аƖѕο provide thе skill tο generate income owing tο using strategies Ɩіkе small-selling οr writing options against existing shares. stock options site awards
awards for stock option trainingExchange traded options contracts саn bе traded οn regulated exchanges, аnԁ thеіr position аrе mostly dictated bу thе standards thаt administer tο much exchanges. Typically, mercantilism traded options аrе traded fіnіѕhеԁ full-service brokers, deduction brokers οr authority thаt supply exchange implementation services. Before mаkіnɡ investment decisions, аn investor wіth small experience οr trading receive mау condition added advice οn thе market risks related wіth peculiar options.

Senin, 13 Juli 2009

Silhuet di balik batu


Disana sini ku selipkan sepi

Pada batu, pada buih, pada desau

Debudebu

Hari yang paling jelaga!!

Langit menggayut mesra lenganlengan

Tanpa cela

Pun titik hitam di kening

Isyaratkan sebuah andai

Membadai

Atau masih sajakah kita

Tertawakan; luka: ha...ha…*

Disela Lalu

“Dimana ibuku?”

candamu,

entah ku harus ragu

atau kubiarkan pilu berkubang

di dadamu

begitu mungkin sapa waktu

yang mulai terlalu rindu

pada batubatu

“tapi dimana ibu?”

sebuah kata, tanya pada jasad

makin kaku

Ahasveros II

kita bisa saja bermain ruang
sudutsudut kubisme
jika hidup adalah mimpi

atau kita putari waktu
lingkaran tahuntahun
reruntuhan airmata
tanpa
rasa pun makna

mungkin juga seperti
aku
: pengembara tanpa peta
tanpa
jiwa
tapi bukan tanpa
apaapa

Tentang cahaya

Tentang cahaya
Aku tak tahu apaapa
Aku tak ingat
Sejak kapan saat jadi samar
Mungkin sekedar
Serpihan diam
Dalam kamar yang kian hambar
Sial
Lagilagi aku hilang ingatan
Siapakau siapaaku
AhahahA
Mana cahaya
Aku masih belum buta

Minggu, 12 Juli 2009

Bungabunga airmata

Bebungaan tak selalu wangi
Sebab luka tak harus airmata
Mungkin warna dan aroma senja
adalah
Campuran bunga dan airmata
Mungkin juga
wangi mesiu
dan sedikit pilu
yang (masih) mampir di dada
masingmasing
komandan perang

“indah bukan?”

Bunga bangkai

Kusimpan luka
Di balik jubah waktu
Mungkin nanti jadi bunga
Di hatimu

Kamis, 09 Juli 2009

Pemerintah Cina Larang Shalat Jum'at

Pemerintah Cina melarang seluruh masjid di kota Urumqi melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Larangan ini diterbitkan beberapa hari setelah kekerasan etnis antara warga Muslim Uighur dan suku Han. Sejauh ini kerusuhan tersebut telah menewaskan 156 orang.

Ribuan tentara masih menjaga ketat di setiap sudut Urumqi, ibukota Provinsi Xinjiang, untuk mencegah terulangnya kerusuhan.

Pemerintah Cina menegaskan telah memerintahkan hukuman tegas bagi mereka yang terlibat kekerasan.

Seorang pejabat pemerintah yang enggan disebutkan namanya kepada AP menganjurkan agar masyarakat melakukan ibadah di rumah daripada berkumpul di masjid-masjid.

Pejabat itu menambahkan larangan berkumpul di masjid-masjid diterbitkan demi terjaminnya keamanan publik.

Jaringan Al-Qaeda


Tentara masih berjaga di seluruh kota Urumqi

Kerusuhan itu terjadi hari Minggu lalu saat warga suku Uighur menggelar unjuk rasa mengecam bentrokan antara suku Uighur dan Han beberapa pekan sebelumnya di sebuah pabrik mainan di Provinsi Guangdong.

Laporan resmi pemerintah menyatakan 156 orang tewas dan sebagian besar dari korban tewas adalah suku Han.

Kelompok suku Uighur mengatakan korban tewas jauh lebih banyak. Mereka mengklaim 90% korban tewas adalah suku Uighur.

Kerusuhan itu juga menyebabkan lebih dari 1.400 orang ditahan.

Kemarin, pemerintah Cina mengatakan telah memperoleh bukti-bukti kuat bahwa beberapa orang yang terlibat kerusuhan itu pernah menerima pelatihan dari kelompok-kelompok teroris asing termasuk Al-Qaeda.

Sayangnya, Menteri Luar Negeri Cina Qin Dang tidak menyebutkan apa saja buktu-bukti tersebut, namun dia mengatakan kelompok-kelompok tersebut sangat kuat terkait dengan tiga kelompok teroris luar negeri.

Ketegangan telah berlangsung selama bertahun-tahun di Provinsi Xinjiang. Kondisi itu dipicu saat suku Han pindah secara besar-besar ke kawasan yang merupakan pusat warga minoritas Uighur.

Sebagian besar suku Uighur merasa mereka tidak merasakan kemajuan ekonomi dan mereka juga merasakan diskriminasi dalam berbagai hal.

IslamPhobia, Tragedi Di Jerman

Sebuah kasus Islamophobia mengguncang Jerman. Seorang wanita muslim ditikam hingga tewas di dalam ruang pengadilan Dresden. Tragedi ini menyulut berbagai protes.

Tragedi pada 1 Juli 2009 itu begitu tragis. Marwa El Sherbini (32) dan suaminya sedang menggugat Alexander W (28) di Pengadilan Dresden atas penghinaan yang bersifat rasis. Saat Marwa selesai membaca pembelaan diri, Alexander langsung kalap dan tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau.

Perempuan berjilbab yang sedang mengandung itu ditikam 18 kali di depan hidung hakim. Sang suami mencoba melindungi dan ikut ditikam. Di tengah suasana kacau, polisi pun datang. Namun yang mengherankan, polisi malah menembak kaki sang suami. Marwa tewas dan suaminya dilarikan ke rumah sakit. Alexander digelandang ke kantor polisi.

Apa penyulut tragedi yang menimpa pasangan asal Mesir ini? Seperti dilansir Deutche Welle, Kamis (9/7/2009), suami Marwa adalah mahasiswa program doktor di Dresden, Marwa sendiri adalah seorang apoteker di kota yang sama. Tragedi bermula dari penghinaan bernada rasis oleh Alexander W, warga negara Jerman keturunan Rusia yang sedang menganggur.

Pada Agustus 2008, Marwa sedang bermain di taman bersama putranya, Mustafa (3). Alexander dan keponakannya juga sedang bermain ayunan di tempat yang sama. Saat Marwa ingin meminjam ayunan untuk Mustafa, yang didapatkannya adalah penghinaan.

“Pelacur (Schlampe)! Teroris (Teroristin)!“ hardik Alexander saat itu.

Marwa yang tersinggung, bersama suaminya kemudian menuntut Alexander di Pengadilan Dresden. Hakim memutuskan Alex harus membayar denda 780 Euro. Namun sidang pada 1 Juli 2009 lalu itu berakhir dengan penuh darah.

Tragedi ini sangat menggegerkan Jerman. Menteri Hukum negara bagian Sachen, Macken Geert Roth, datang ke lokasi pada hari yang sama.

“Kami sangat syok dan sangat berduka cita kepada pihak keluarga korban,“ ujar Roth seperti dilansir Stern.

Protes lebih besar datang dari seluruh komunitas muslim di Jerman, yang menilai telah terjadi tragedi akibat Islamophobia. Mereka menuntut adanya penyataan sikap tidak hanya dari pejabat negara bagian, melainkan dari pemerintah Federal. Sementara, di berbagai masjid di Jerman diserukan untuk melakukan salat gaib.

http://www.detiknews.com/read/2009/07/10/132357/1162677/10/islamophobia-guncang-jerman

catatan : Adapun Shalat Gaib, maka hanya dilakukan jika seorang muslim meninggal dunia dan tak ada yang menshalatkan jenazahnya. jika sudah ada yang menshalatkan, maka tidak disyariatkan melakukan shalat ghaib.

jika seandainya shalat ghaib disyariatkan sebagaimana yang dilakukan sebagian orang pada kisah di atas, maka kenapa ketika para sahabat meninggal, tidak dilakukan shalat ghaib?

Sajak bisu

Kenapa mesti bicara
Kalau lidah busuk dan penuh luka
Dan hati
Telah lama mati

Mari bermimpi

Aku bahkan kian tak paham
Pada gugur tapak kamboja
Di atas pekuburan
Di atas namanama
Mungkin juga kita
Terselip di antaranya

Juga ketika anyir nafasmu
Ku ungsikan dalam botol kaca
Bersama pijar rembulan
Dan badai yang andai

Mungkin
Melati masih terlalu suci
Sementara kulit makin penuh duri
Ah…. Sudahi saja
Pagi ini
Mari bermimpi
lagi!

Minggu, 05 Juli 2009

Ahasveros

Tiap pijar fajar sebelum menepi subuh, sebelum embun luruh, angin masih kuncupkuncup selimut kabut. Maka kubuka kembali peta, dengan titiktitik yang masih enggan bernama, dan belantara yang airmata, dan masa yang senantiasa tanya


Akulah pengembara. Setia kujelajahi cahaya. Pada tiangtiang langit kukibarkan seutas sepi. Mungkin angin tenggara sudi menyulam sehelai bendera. Sekembali aku dari negeri penantian mimpi. Ku kumandangkan pada purnama; sebab matahari selalu terbagi dan bumi terlalu suci kucemari. Luka.


Lalu tiap pagi yang mentari, aku lingkari angkaangka, di kalender yang ituitu juga. Sebab tiap tahun angka selalu sama. Hari tetap tujuh, bulan masih dua belas. Hanya aku selalu lupa, sudah berapa tahun hidup tanpa jiwa.

Jumat, 03 Juli 2009

ada yang selalu hilang

Seperti ini
Tiap purnama aku kehilangan Bulan
Maka yang kumaknai hanya
Andai dan cacimaki
negeri sendiri makin tanpa arti
bahkan hari berkeluh
“lipat kembali pagi ini
mari tidur dan teruskan mimpi,
sendirisendiri”

Kamis, 02 Juli 2009

Notasi sepi

Pernah ada rasa yang sayupsayup dalam kabut. Yang berdentang bersama detak jam, menanam rindu pada petak asa kerontang. Mungkin rintik gerimis atau tangis netes pada luka. maka sepanjang jalanan lengang di simpang kenangan kuukir graffiti mimpimimpi maupun sakit pada sunyi tersembunyi

Lalu aku begitu lelah. Memaknai ribuan darah dan rasa tenggelam dalam salah. Sebab sajaksajak lama terakrabi, memeram ingin yang tercabikcabik meronta ngeri. Bercerita pada langit, pada sepi yang memerikan ingatan tentang; dering telepon, catatan harian, lalu perih dan rintih yang paling

Karena musim membenamkan kepalaku pada tembok sementara sisa suara berlalu terlalu siasia, lewat udara,

: sepitakpernahmati

Seperti puisi